Anda rajin menyikat gigi dua kali sehari, tapi kenapa gusi masih sering berdarah dan napas terasa kurang segar? Jawabannya mungkin ada pada tumpukan karang gigi yang tidak bisa hilang hanya dengan sikat gigi biasa.
Di sinilah prosedur scaling gigi berperan. Sering dianggap menakutkan atau bikin ngilu, padahal teknologi kedokteran gigi saat ini sudah sangat canggih. Mari kita kupas tuntas apa itu scaling gigi, manfaatnya, dan fakta di balik mitos yang beredar.
Apa Itu Scaling Gigi?
Scaling gigi adalah prosedur non-bedah untuk membersihkan plak dan karang gigi (kalkulus) yang mengeras pada permukaan gigi, baik di atas maupun di bawah garis gusi. Prosedur ini dilakukan menggunakan alat khusus bernama Ultrasonic Scaler.
Berbeda dengan cara manual zaman dulu yang dikerok besi, alat ultrasonic bekerja dengan getaran frekuensi tinggi untuk “merontokkan” karang gigi, dibantu dengan semprotan air (water spray) untuk membilas kotoran. Jadi, alat ini tidak mengikis lapisan email gigi Anda.
Kenapa Sikat Gigi Saja Tidak Cukup?
Sikat gigi hanya mampu membersihkan sisa makanan lunak (plak). Namun, jika plak bercampur dengan air liur dan dibiarkan lebih dari 24-48 jam, ia akan mengeras menjadi karang gigi (tartar). Sekeras apa pun Anda menyikat, karang gigi ini tidak akan lepas karena sifatnya sekeras batu karang. Hanya scaling yang bisa menghilangkannya.
Manfaat Rutin Scaling Gigi
- Mencegah Radang Gusi (Gingivitis): Karang gigi adalah sarang bakteri yang bikin gusi bengkak dan mudah berdarah.
- Menghilangkan Bau Mulut: Bakteri pada karang gigi melepaskan gas sulfur yang menyebabkan halitosis (bau mulut kronis).
- Mencegah Gigi Goyang: Jika dibiarkan bertahun-tahun, karang gigi akan “memakan” tulang penyangga gigi (periodontitis), membuat gigi goyang dan copot sendiri.
- Lebih Hemat Biaya: Mencegah kerusakan gigi jauh lebih murah daripada biaya tambal, perawatan saraf, atau pasang gigi palsu.
Mitos: Scaling Bikin Gigi Tipis?
Ini adalah salah paham terbesar. Sensasi “renggang” atau “tipis” setelah scaling sebenarnya terjadi karena tumpukan karang tebal yang tadinya menutupi sela-sela gigi sudah hilang. Lidah Anda kaget merasakan permukaan gigi asli yang bersih. Jadi, scaling tidak membuat gigi tipis, justru mengembalikannya ke kondisi sehat.
Kapan Waktu yang Tepat?
Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) merekomendasikan scaling rutin setiap 6 bulan sekali. Namun, bagi perokok atau pemakai behel, dokter mungkin menyarankan interval lebih sering (3-4 bulan sekali) karena karang gigi lebih cepat terbentuk.
Sudah Lebih dari 6 Bulan Tidak Scaling?
Jangan tunggu sampai gusi berdarah atau gigi goyang. Rasakan sensasi gigi bersih, licin, dan napas segar kembali dengan layanan Scaling Gigi tanpa ngilu di Guyu Dental House.
Hubungi kami langsung via WhatsApp:

