Gigi yang rusak, entah karena berlubang parah, patah akibat benturan, atau keropos termakan usia, tentu sangat mengganggu fungsi kunyah dan penampilan. Dalam dunia kedokteran gigi, upaya untuk “membangun kembali” gigi yang rusak ini disebut sebagai restorasi gigi.
Banyak pasien di Jogja datang dengan keluhan “ingin memperbaiki gigi”, namun bingung metode apa yang tepat. Apakah cukup ditambal? Atau butuh disarung? Artikel ini akan menjelaskan jenis-jenis restorasi gigi agar Anda memahami solusi terbaik untuk kondisi Anda.
Apa Itu Restorasi Gigi?
Restorasi gigi adalah serangkaian prosedur medis yang bertujuan untuk mengembalikan bentuk, fungsi, dan estetika gigi yang hilang akibat kerusakan (karies) atau trauma. Tujuannya bukan hanya menambal lubang, tapi memastikan gigi tersebut kuat dipakai mengunyah kembali dan terlihat alami.
Mengenal 2 Kategori Utama Restorasi
Secara umum, restorasi dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan cara pembuatannya:
1. Restorasi Langsung (Direct Restoration)
Ini adalah prosedur yang selesai dalam satu kali kunjungan. Dokter langsung membentuk bahan restorasi di dalam mulut pasien.
- Tambal Gigi Komposit (Resin): Menggunakan bahan sewarna gigi yang dikeraskan dengan sinar laser/LED. Cocok untuk lubang gigi ukuran kecil hingga sedang. Ini adalah layanan paling populer di Guyu Dental House karena hasilnya instan dan estetik.
- GIC (Glass Ionomer Cement): Bahan tambalan yang melepaskan fluoride, sering digunakan untuk gigi anak atau area yang tidak menerima beban kunyah berat.
2. Restorasi Tidak Langsung (Indirect Restoration)
Prosedur ini membutuhkan minimal dua kali kunjungan. Gigi dicetak terlebih dahulu, kemudian restorasi dibuat di laboratorium (lab) agar lebih presisi dan kuat, baru kemudian dipasang ke pasien.
- Dental Crown (Mahkota/Sarung Gigi): Menyarungi seluruh permukaan gigi. Digunakan untuk gigi yang pecah parah atau pasca perawatan saluran akar (PSA).
- Veneer: Lapisan tipis porselen yang ditempel di depan gigi untuk estetika (memutihkan/merapikan).
- Inlay & Onlay: Tambalan solid (seperti puzzle) yang dibuat di lab untuk menutup lubang besar yang terlalu lebar untuk ditambal biasa tapi belum perlu di-crown.
- Bridge (Jembatan Gigi): Mengganti gigi yang hilang dengan menumpang pada gigi sebelahnya.
Mana yang Tepat untuk Saya?
Pemilihan jenis restorasi tergantung pada sisa struktur gigi sehat yang Anda miliki:
- Jika lubang masih kecil/sedang β Cukup Tambal Komposit.
- Jika gigi sisa sedikit/rapuh β Butuh Crown agar tidak pecah.
- Jika gigi hilang/ompong β Butuh Bridge atau Implan.
Gigi Rusak Jangan Dibiarkan!
Semakin lama ditunda, kerusakan akan semakin parah dan biaya perbaikan semakin mahal. Konsultasikan kondisi gigi Anda di Guyu Dental House untuk mendapatkan rencana restorasi yang tepat dan awet.
Hubungi kami langsung via WhatsApp:

