Gigi Goyang dan Sakit: Apakah Harus Dicabut atau Bisa Dipertahankan?

Jika gigi susu anak goyang, itu tanda gembira karena akan tumbuh gigi baru. Namun, jika gigi goyang sakit terjadi pada orang dewasa, itu adalah sinyal “bahaya” dari tubuh. Gigi permanen seharusnya kokoh tertanam dalam tulang rahang.

Banyak pasien di Jogja datang ke Guyu Dental House dengan kepanikan: “Dok, gigi saya goyang, apakah harus langsung dicabut?” Jawabannya: Belum tentu. Tergantung tingkat keparahannya, gigi tersebut mungkin masih bisa diselamatkan.

Kenapa Gigi Dewasa Bisa Goyang?

Memahami penyebabnya adalah kunci pengobatan yang tepat. Berikut 3 alasan paling umum:

1. Penyakit Gusi Parah (Periodontitis)

Ini adalah penyebab nomor satu. Berawal dari karang gigi yang menumpuk dan tidak dibersihkan, bakteri akan merusak gusi dan tulang penyangga gigi. Akibatnya, tulang menyusut dan gigi kehilangan pegangan (seperti tiang yang tanahnya tergerus longsor).

2. Trauma atau Benturan

Terbentur keras, kecelakaan, atau menggigit makanan yang terlalu keras secara tiba-tiba bisa menyebabkan ligamen gigi meregang atau putus, membuat gigi terasa goyang dan sakit.

3. Kebiasaan Menggertakkan Gigi (Bruxism)

Tanpa sadar menggesekkan gigi saat tidur memberikan tekanan berlebih yang bisa melonggarkan gigi seiring waktu.

Solusi Medis: Pertahankan atau Cabut?

Setelah pemeriksaan Rontgen untuk melihat sisa tulang, dokter akan menentukan perawatan:

A. Bisa Dipertahankan (Jika Tulang Masih Cukup)

  • Splinting (Pengikatan Gigi): Dokter akan mengikat gigi yang goyang ke gigi-gigi sebelahnya yang kokoh menggunakan kawat tipis atau serat fiber di bagian belakang gigi. Ini membatasi pergerakan gigi sehingga jaringan pendukung bisa sembuh dan menguat kembali.
  • Kuretase (Deep Cleaning): Membersihkan karang gigi hingga ke dalam akar di bawah gusi untuk menghentikan infeksi gusi.

B. Harus Dicabut (Jika Kerusakan Tulang >70%)

Jika gigi sudah goyang sekali (derajat 3) dan tulang penyangganya habis, mempertahankan gigi justru akan menjadi sumber infeksi (abses). Solusi terbaik adalah cabut gigi dan segera menggantinya dengan implan atau gigi palsu agar gigi lain tidak ikut bergeser.

Cara Menguatkan Gigi yang Goyang di Rumah

Sambil menunggu jadwal ke dokter, lakukan ini untuk mencegah kondisi memburuk:

  • Jangan memainkan/menggoyangkan gigi dengan lidah atau jari.
  • Hindari mengunyah di sisi gigi yang sakit.
  • Jaga kebersihan mulut dengan sikat gigi lembut dan kumur air garam hangat untuk meredakan radang gusi.

Gigi Terasa Goyang? Jangan Tunggu Sampai Copot!

Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang gigi asli Anda bisa diselamatkan dengan teknik Splinting. Konsultasikan segera dengan tim dokter Guyu Dental House.

Reservasi Pemeriksaan Gigi

Hubungi kami langsung via WhatsApp:

Reservasi Cabang Tata Bumi

Reservasi Cabang Bibis